Dunia tanpa asap rokok
Rokok………………
Sudah banyak yang tau efek samping kesehatan dari rokok, sudah banyak di muat di media massa bahkan di bungkus rokoknya sendiri tertulis himbauannya. Di indonesia sudah terkenal sekali
“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”.
Tapi lagi-lagi itu seperti angin lalu, hanya sekedar lewat. Sudah malas kalau mengingatkan orang untuk tidak merokok. Sudah jenuh jika harus berkumpul dengan orang-orang yang tidak mau menghargai orang lain yang tidak merokok. Di ibu kota perda rokok di tempat umum sudah di keluarkan, tapi pengaruhnya tidak banyak terasa. Hingga akhirnya MUI pun mengeluarkan fatwa haram rokok untuk anak di bawah umur. Tapi kenyataannya sama sekali tidak ada pengaruh.

Kita juga sudah tau hampir semua acara positif sekarang di balut dengan rokok mulai dari jalan sehat, band, sepakbola, atau olah raga apapun. Semuanya di sponsori rokok. Jadi kita seperti di cuci otak kalau dengan rokok kita akan semakin canggih berkarya, kita semakin kuat, adrenalin semakin tinggi, atau hal-hal yang sekarang di cari anak muda. Pemerintah pun juga tidak dapat mengambil keputusan tentang rokok, dengan alasan pemasukan pemerintah dari cukai rokok sangat besar. Padahal, Dirjen WHO Margaret Chan dalam buku WHO Report on the Global Tobacco Epidemic, 2008 mengingatkan, pada abad ke-20, epidemi tembakau telah membunuh 100 juta penduduk dunia dan pada abad ke-21 ini jika tak ada upaya serius dapat membunuh 1 miliar orang! Tahun ini diperkirakan ada 5,4 juta kematian akibat rokok, lebih banyak dibandingkan gabungan kematian akibat TBC, HIV/AIDS, dan malaria. Menurut Suwarta Kosen (2007), biaya kesehatan akibat rokok yang dikeluarkan Indonesia pada tahun 2006 sebesar 18,1 miliar dollar AS atau sekitar 5,1 kali pendapatan negara dari cukai tembakau pada tahun yang sama(kompas 3 september 2008). Dilihat dari data tersebut apakah seimbang pamasukan dari cukai rokok dengan investasi jangka panjang negara terhadap kesehatan warganya.
Di eropa pembatasan rokok sudah mulai di perketat dengan larangan-larangan merokok di tempat umum. Dan tempat-tempat umum harus menyediakan tempat khusus untuk para perokok. Bahkan di Belanda padahal di situ ganja di perbolehkan(detik.com). Memang untuk menghilangkan tidak mungkin, karena posisi pemerintah yang sulit. Jadi pemerintah harus bisa memilih memang dan ini tentunya untuk jangka panjang. Tidak harus menutup pabrik-pabrik rokok karena perekonomian warga(pekerja di pabrik rokok) sangat tergantung terhadapnya. Tapi pemerintah harus mencerdaskan warganya akan bahaya rokok, harus berani memperketat pengawasan iklan rokok, dan memberikan kesempatan bidang usaha lain untuk bersaing dalam memberi sponsor(mungkin minuman bervitamin atau suplemen-suplemen). Seperti langkah dari WHO dengan sebutan MPOWER: (M)onitor penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahannya; (P)erlindungan terhadap asap rokok; (O)ptimalkan dukungan untuk berhenti merokok; (W)aspadakan masyarakat akan bahaya tembakau; (E)liminasi iklan, promosi dan sponsor rokok; (R)aih kenaikan cukai rokok.

Saya tidak melarang orang untuk tidak merokok tapi tolonglah hargai orang lain yang tidak merokok. Paling tidak hargailah untuk tidak merokok di lingkungan keluarga anda karena asap rokok juga sangat mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan anak. Sadarlah rokok bukan hanya mempengaruhi diri anda tapi orang sekitar anda. Saya alhamdulillah tidak merokok, walaupun ayah saya adalah seorang perokok berat hingga kalau radang di tenggorokannya lagi kambuh dan di bandingkan dengan saat kondisi sehat sungguh ironis sekali. Sehingga adik-adik saya cowok juga tidak merokok, mungkin melihat ayah saya. Dari segi ekonomi perorangan harga yang di keluarkan untuk rokok sangat besar selain untuk membeli batang rokok itu juga untuk harga kesehatannya. Yang bukan hanya untuk si perokok tapi juga untuk seluruh keluarga. Tapi alhamdulillah ayah saya kalau merokok sekarang tidak pernah di saat berkumpul dengan keluarga atau lingkungan yang orang lain tidak merokok(sedikit ada kesadaran).
Semoga di tahun-tahun kedepan kesadaran akan rokok semakin tinggi sehingga saya berharap asap rokok akan hilang dan semoga bisa berbanding lurus dengan kemajuan bangsa ini.
This entry was posted on Maret 18, 2009 at 11:52 am and is filed under sembarang. You can subscribe via RSS 2.0 feed to this post's comments.
Tags: rokok
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
April 18, 2009 at 1:56 pm
makasih tas sarannya! keren banget
Agustus 7, 2009 at 12:43 pm
semoga bermanfaat… ^_^