Menjadi backpacker di Sulawesi Utara – Tondano
Setelah lebih dari 3 bulan di Manado, Sulawesi Utara akhirnya bisa nulis dikit tentang Propinsi ini. Walaupun tidak lengkap tapi moga-moga bisa jadi referensi kalau-kalau ada yang main ke Manado (kota Tinutuan) tapi tidak punya uang banyak. Mungkin yang pertama kali harus di bahas adalah perjalanan menuju Manado. Karena saya dari Jakarta jadi naik pesawat. Yang intinya kalau memang untuk tujuan wisata yang irit uang maka carilah maskapai penerbangan yang murah tapi juga mengutamakan keselamatan.

Kalau sudah sampai di bandara Sam Ratulangi segera cari penginapan atau hotel yang tentunya juga sesuai kantong anda (terutama jika kita nyampai di Manado udah jam 7 malam lebih, karena kebanyakan kedatangan pesawat di Manado malam hari). Untuk iritnya sebaiknya kita naik Ojek atau Angkot. Oya di dekat bandara ada penginapan murah (penginapan Pessot) untuk 1 kamar 2 orang kurang lebih 100rb per malam udah kamar mandi dalam atau di hotel deketnya tapi kurang nyaman memang. Yang kedua tempat tersebut dapat di tempuh dari bandara dengan naik ojek aja kira-kira 3rb. Tapi jika kita sampai di manado masih siang kita bisa langsung menuju lokasi mana yang ingin kita tuju terlebih dahulu.

Saya ingin menulis dulu untuk pejalanan ke daerah Tondano, di sini ada danau Tondano ada G.WakaWembeng. Anggap disini kita berangkat dari bandara Sam Ratulangi langsung kita bisa naik angkot arah PAAL2 turun terminal (Rp2500,-) lalu ganti naik angkot arah Karombasan turun terminal juga (Rp3000,-) lalu dari karombasan kita naik Bus antar kota dalam propinsi turun di terminal Tondano (Rp7000,-) dalam perjalanan ke kota Tondano ini kita lewat di kota Tomohon yang juga di kenal sebagai kota Bunga kata orang tondano. Selain itu memang pas kita lewat naik bus kita bisa melihat kebun-kebun bunga di sekitar jalan besar.
Setelah sampai di Tondono kita bisa jalan-jalan ke danau langsung atau naik G.WakaWembeng dulu. Di WakaWembeng ini banyak serangga-serangga yang bagus bahkan ada yang langka. Kumbang bertanduk, kupu-kupu seukuran kertas A4. Walau dinginnya luar biasa tapi pemandangannya sangat indah. Masih virgin, kampung-kampung kecil di sekitar gunung juga banyak yang masih menggunakan rumah panggung.

Kalau di Tondano kita bisa menikmati pemandangan danau sambil menikmati hidangan ikan mujair panggang yang masih segar. Disini (di Manado juga ada kok)kalau anda berminat anda bisa menikmati makanan seperti daging Anjing, daging Kelelawar ada juga daging Tikur Hutan. Untung minuman hangatnya(alkohol) ada Cap Tikus (dimakan cap tikus karena di buat di hutan yang umumnya di buat sambil makan tikus hutan). Oya ada sedikit tips nich
, cerita dari warga sekitar kalau mau makan Tikus cari yang ekornya berwarna putih karena ekor yang berwarna putih menandakan Tikus hutan yang bersih yang hanya memakan buah dan tumbuh-tumbuhan saja dan tidak menyentuh tanah karena hidup dengan melompat dari pohon ke pohon.
Karena saya muslim dan semua itu haram jadi saya makan mujair bakar aja. Mantap bener… Selama 2 malam di sana dah melihat lingkungan hidup yang berbeda, gaya hidup yang berbeda. Warganya yang ramah. Dan ada lagi jenis makanan yang berbeda.
Nanti saya tulis lagi sedikit tentang perjalan ke Bunaken juga. Oya jika ingin berputar-putar di Manado angkot berkisar antara Rp2000-Rp3000 aja. Semoga bermanfaat untuk yang ingin menjadi backpackers local
.



Tags: Karombasan, Manado, Tomohon, Tondano
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
Maret 25, 2009 at 6:02 am
hiyyaaaahhh bener2 acara ransel vs koper neehh….
pesen sate ayam aja ama teh anget aja dech…..
Maret 25, 2009 at 10:45 am
kalo mau lebih irit, eksplor kota tomohon sambil jalan kaki….
Maret 27, 2009 at 10:51 am
@maikel
kalau di tomohon blum tau apa yang mesti di cari.
kmaren cuma liat-liat kebun bunga aja
@rhee-a
tas kresek VS ransel
Juli 6, 2009 at 1:15 pm
wuih pemandanganny,..
Subkhanalloh bgs bgt.
itu msh fotony,..apalagi aslinya sdr !!!
Agustus 7, 2009 at 12:50 pm
Aslinya sendiri luar biasa….. ^_^