Bangkitnya pengarang buku Indonesia

Sudah lama nggak nulis blog nich.  Pengen nulis hal ini soalnya kemaren waktu nggak sempat ngeblog di isi sama kegiatan yang namanya BACA. Dan yang bikin heran hampir semua buku yang aku baca karangan Anak Negeri semua. Good.

Kita semua pasti tau nama-nama pengarang seperti Andrea Hirata, Kresna Langit  Hariadi (KLH), Habiburrahman Saeroz dan ES Ito. Atau kita balik aja kita pasti juga banyak tau tentang fenomena buku Ayat-ayat cinta (yang saat ini juga sudah di filmkan), Laskar Pelangi dengan tetraloginya, Gajah Mada dan Rahasia Medee. Satu kata “luar biasa” menurut saya.

Kenapa bisa luar biasa. Karena bagi saya membaca adalah proses pemahaman jalan pikiran seorang penulis itu. Pertama tertarik membacapun karena buku terjemahan (bukan dari pengarang Indonesia). Mulai dari Agatha Cristhie, Conan Doyle, JRR Tolkien dll masih banyak yang lain. Atau biografi saja biasanya juga kisah tokoh-tokoh di luar Indonesia. Entah kenapa mungkin saat itu saya merasa bahasa yang di gunakan pengarang local jaman itu belum sampai pada tingkat nalar saya (oon banget sich, secara waktu itu saya masih SMP). Jadi setiap saya mencoba membaca buku karangan anak negeri justru malah merasa seperti buku yang berat.

Semenjak SMA baru saya coba membaca buku-buku local seperti ronggeng dukuh paruk atau Saman yang menurut saya punya gaya (he..he..) dan bisa saya pahami. Dan lagi-lagi menurut saya kok teman-teman SMA kok masih tidak tertarik untuk membaca juga buku ini, apa masih tergolong buku yang berat ?????……………… Dari situ saya mencari-cari pengarang local yang mempunyai kualitas yang luar biasa. Akhirnya saya menemukan beberapa pengarang buku dalam negeri yang luar biasa seperti Pramoedya Ananta Toer, Arswendo Atmowiloto dan masih banyak yang lain (cek aja di sini). Buku-buku beliau sungguh luar biasa walaupun aku sendiri belum sempat membaca semuanya. Pantas lah jika mereka banyak mendapatkan penghargaan-penghargaan.

Dan setelah duduk di bangku kuliah ini kembali nafas pengarang buku dari dalam negeri hidup kembali dengan Laskar Pelangi kita kembali belajar melihat apa yang dinamakan mimpi atau Gajah Mada agar kita mau belajar dan menggali semangat generasi terdahulu. Dengan penjualan yang fenomena bisa kita lihat bahwa buku ini bisa dikatakan luar biasa, selain itu dari sudut pandang saya sendiri adalah minat baca teman-teman saya yang mau membaca buku ini yang biasanya jarang membaca buku atau hanya buku terjemahan saja. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa.

Andaikan kita memiliki seorang pengarang semacam JK Rowling. Pasti minat baca dalam negeri kita akan naik. Sehingga memacu para penulis untuk terus berkarya dan menghasilkan tulisan yang tentunya juga akan mencerdaskan bangsa. Seperti sebuah ungkapan “Buku Adalah Cendela Dunia”

Tentang syafur

aku adalah yang orang liat dan pikirkan
Pos ini dipublikasikan di sembarang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s