1 litre of tears

Ternyata ada juga kisah yang bener-bener membuat aku berfikir, dan berusaha menyadari kembali tentang arti menjadi manusia yang hidup. Karena kehidupan adalah anugerah yang tiada bandingannya “beruntung kita dapat hidup” walaupun bagaimana kita susahnya, sedihnya, beratnya, dan senangnya kita tetap beruntung dapat meknikmati hidup.

Kembali aku dapat pelajaran yang sangat berharga tentang arti kehidupan yang selama ini masih terus aku cari, padahal waktu untuk mendapatkan jawaban terbatas oleh umur kita, dimana aku belum juga mendapat alasan tentang kehidupan itu.

Dalam film tersebut benar-benar membuat aku berfikir bahwa manusia memang makhluk yang sangat sempurna pemikirannya dan hatinya dimana kita harus bisa saling memberi, menghormati, menghargai, menyayangi, mencintai, mengasihi. Dimana hal ini akan terasa setelah kita kehilangan hal-hal ini satu persatu karena tanpa kita sadari kita hidup di dunia ini dengan di sangga oleh hal ini.

Film ini mengisahkan tentang seseorang yang menderita penyakit pada otak yaitu penyusutan cerebellum atau cerebellum mengalami perkembangan yang sangat lambat, dimana pada cerebellum ini digunakan untuk menentukan koordinat dan keseimbangan perpindahan gerak badan, maka dapat dibayangkan jika sistem ini mengalami penyusutan maka akan menyebabkan kelumpuhan secara perlahan-lahan dan akan menyebabkan kematian. Dimulai dari keseimbangan jalan yang tidak stabil, tidak dapat menentukan objek yang akan di ambil, tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, kemudian tidak dapat berbicara dengan baik, lalu mengalami kelumpuhan selanjutnya kemunggkinan terbesar adalah meninggal.

Penyusutan yang terjadi tergantung pada kondisi penderita jika memiliki daya tahan maka akan dapat bertahan lama (hingga 20 tahun) jika kondisi kurang maka dapat bertahan hingga 5 tahun.

Dapat dibayangkan bagaimana jika kita yang mengalami hal ini, apakah kita masih memiliki kemampuan untuk bertahan hidup sementara ciri-ciri orang yang hidup satu persatu di ambil dari diri kita hingga meninggal.

Dalam film ini (merupakan kisah nyata) kita di beri pengetahuan dan pelajaran tentang arti hidup yang sesungguhnya, bagaimana kita harus dapat menghargai hidup yang telah kita terima ini sebagai anugerah karena “beruntung aku dapat hidup hingga saat ini”

Aku juga akan berusaha untuk menjadi orang yang menghargai kehidupan yang telah diberikan oleh ALLAH SWT kepada ku, dengan jalan menghargai juga orang yang memiliki kehidupan di bumi ini beserta kenangan yang telah diberikan. Karena “beruntung aku di beri kehidupan ini”.

Film lama tapi selalu memberi inspirasi

Tentang syafur

aku adalah yang orang liat dan pikirkan
Pos ini dipublikasikan di Pemikiran-Ku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s