Belajar Berlaku Adil

mengapa kita (t’masuk aku sendiri)
sering melakukan diskriminasi thd
sesama manusia
melakukan eksploitasi thd sesama
dan menciptakan ketidakadilan dalam
kehidupan

kita sering memilih-milih dalam berteman
selalu ada motif di balik semua itu
karena status sosial, karena fisik yang
sempurna, karena kepintaran, dan semua
yang dinilai lebih pada orang lain..
hidup seperti rumus ekonomi
harus ada “biaya” dan ada “manfaat”

ada kalanya kita sering memilih teman
karena mereka dapat memberikan manfaat
bagi keberlangsungan hidup kita

ternyata kita sebagai manusia
penuh dengan kejahatan
tak ubahnya seorang pembunuh
hanya bedanya pembunuh melakukannya
secara terang2an ( d expose)
namun kita di balik
topeng “persahabatan”

tuk hal yang terkecil pun namun sering
tidak kita sadari
manusia sering melakukan diskriminasi
thd diri sendiri
kita lebih mengutamakan tangan kanan
daripada tangan kiri
kanan selalu dinilai lebih baik
apa sebenarnya dosa tangan kiri
hingga kita harus lebih banyak
menggunakan si kanan?

mungkin sebaiknya kita
pertama kali
memandang pada diri kita sendiri
apakah diri kita terlalu sempurna
untuk melakukan semua itu
meremehkan orang lain yang kita nilai
kurang berarti
mengacuhkan si jelek rupa dan bermanis
muka pada
sang pangeran / sang putri berwajah
rupawan
berlaku tak adil pada bagian tubuh diri
kita sendiri

kalau tuk hal yang kecil saja kita tak
bisa
melakukannya
bagaimana mungkin kita dapat melakukan
hal yang besar?
mgkn ini adalah saatnya bagi kita untuk
belajar berlaku adil
bagi diri sendiri, orang lain bahkan
lingkungan sekitar

Tentang syafur

aku adalah yang orang liat dan pikirkan
Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s