Kehidupan yang Baru

Tidak terasa sudah 1 bulan lebih 1 minggu terdampar di ibu kota negeri tercinta ini. Sudah 1 bulan 1 minggu tidak bertemu dengan keluarga yang di pisahkan oleh jarak tempuh 12 jam dengan kereta bisnis tujuan madiun dari tempat ku duduk saat ini.

Jakarta dengan surabaya ternyata sungguh berbeda, dalam angan-angan mungkin jika di bandingkan 3:1 namun kenyataannya bisa 6:1. Mulai dari lalu lintas yang super semrawut, penduduk yang super padat, gaya hidup yang beragam, ras/suku yang berbagai jenis, dan lain-lain. Jika di urut rasanya membuat orang akan malas untuk berpikir menjamah kota ini. Tapi seburuk-buruknya ibu kota (katanya masih lebih kejam dari pada ibu tiri) ternyata ada sisi baiknya. Kota ini memberi kesempatan untuk siapa saja yang ingin berjuang, beramal, berdakwah, dll.

Dulu selalu aku berpikir untuk selalu menghindari kehidupan di ibu kota, untuk selalu menghindarai segala permasalahan yang di hadirkannya. Ternyata justru disini aku merasa di tantang, merasa banyak sekali peluang dan harapan.

Di lingkungan terdekat seperti kos dan kerjaan juga terjadi banyak perubahan. Apa yang dulu bisa aku gunakan disini cuma menjadi pelengkap tidak bisa menjadi andalan. Akhirnya naluri untuk belajar dan berjuang lebih dari maksimal kita harus melewati pagar pembatas. Seperti pohon pisang yang tumbuh jauh dari induknya akan mendapatkan buah yang lebih manis.

Tentang syafur

aku adalah yang orang liat dan pikirkan
Pos ini dipublikasikan di Pemikiran-Ku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kehidupan yang Baru

  1. rhee-a berkata:

    dimanapun kita berada, bisa enjoy kok selama kita ikhlas jalaninya……. so aku gak salah khan kalo kadang bermimpi utk hijrah ke jkt, karena yg ku tau kota itu indah🙂

    • syafur berkata:

      setelah 2,5 tahun di jakarta baru tak balas comment ini😀

      thanks mbak supportnya yang tiada henti.
      semoga sebentar lagi aku bisa hijrah lagi untuk menemukan tujuan terakhir tempat ku berteduh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s