Tawa Bahagia Di Kereta Ekonomi

Hari itu adalah hari sabtu, hari dimana aku bisa beristirahat di kos atau ingin melepas penat bosan pekerjaan dengan berjalan keliling ibu kota. Dengan rencana yang sudah diatur matang mulai hari kamis, dengan waktu dan menit sedatail-detailnya.

Acara bersih-bersih badan selesai pukul 9.30, setelah bersiap dan berdandan. Aku melangkah keluar dari kos dengan perasaan nyaman karena bisa melakukan kegiatan yang di luar rutinitas ku setiap hari. Berjalan dengan agak cepat untuk segera sampai ke Selter Busway – Bank Indonesia. Tanpa trasa di dalam busway, tujuan pertama jalan-jalan kali ini sudah sampai. Setelah menyelesaikan urusan di Benhil (Bendungan Hilir) di lanjutkan lagi naik Busway langsung ke arah Station Kota. Dari station kota langsung naik kereta ekonomi ke Depok.

Setelah mengantri sebentar, langsung aja aku lari ke jalur 14 untuk menunggu kereta ekonomi tujuan Bogor. Kurang lebih 15 menit kereta sudah tiba, karena belum yakin arah dari kereta ini maka acara tanya kanan kiri dimulai. Setelah mendapat kepastian arah kereta ke Bogor, maka tanpa ragu aku segera menempati tempat duduk yang masih kosong. Mungkin karena hari minggu jadi kereta yang biasanya penuh sesak dengan nafas manusia, kali ini sepi seperti kereta hantu berjalan di siang hari. Sambil menunggu kereta berjalan, tiba lewat di depan ku seorang anak kecil yang di gandeng oleh bapaknya. Anak perempuan kecil itu menangis tanpa sebab yang aku tidak mengerti (mungkin lapar, bosan, ingin mainan, dll). Lalu sang bapak segera menggendong gadis kecil yang manis itu. Di kecupnya kening gadis kecil itu, dan reda sudah tangisannya. Lalu bapak dan anak itu mencari tempat duduk kosong, sambil sang bapak berteriak ke istrinya”bu’ duduk sini aja , mumpung kereta belum jalan”. Saat satu keluarga itu duduk bersama, sungguh hati ini terharu melihatnya. Keluarga ini mungkin tidak memiliki segala kebahagian dunia atau materi, dalam benak mereka pun cukup untuk makan hari ini dah esok pun mereka sudah bersyukur. Merekapun bercanda bersama, tanpa mempedulikan orang memandang seperti apa. Akhirnya kebahagian sesaat itu terlewati setelah kereta mulai berangkat menuju Bogor. Si Ibu berlari ke arah gerbong belakang, sedangkan si bapak menggendong gadis kecil untuk menyusuri lorong kereta ekonomi demi sesuap nasi.

Beberapa saat kemudian keluarga itu sudah tidak terlihat. Hati ini masih bertanya-tanya, sungguh luar biasa Allah memberikan jalan kehidupan bagi makhluknya. Mungkin di dunia ini mereka tidak di beri kebahagiaan materi. Mereka harus dengan sudah payah berjalan jongkok sambil membawa sapu, untuk membersihkan kolong-kolong kereta dari sampah-sampah tidak bertanggung jawab para penumpang demi mencari sesuap nasi. Walaupun di hati mereka, mereka juga berteriak kenapa harus mengalami nasib seperti ini. Tapi dalam wajah dan pancaran mata mereka tetap menerima pekerjaan dan takdir Allah dengan ikhlas.

Sungguh beruntunglah mereka. Merekalah orang-orang yang di kasihi oleh Allah, merekalah yang seharusnya di perhatikan. Karena merekalah yang harusnya menjadi ladang amal dan rasa kemanusiaanku. Walaupun mereka miskin harta, tetapi tidak miskin hati dan jiwa. Sekarang kembali ke diriku sendiri untuk melihat, apakah aku sudah kaya dengan melihat mereka. Tentunya aku harus berpikir seribu kali, sering kali aku masih mengeluh dengan apa yang telah aku terima. Sering kali aku protes dengan apa yang telah diberikan. Semoga dengan ini, aku bisa kembali berkaca bahwa aku bisa memperkaya hati dan jiwa dengan sedikit membantu mereka. Dan selalu bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh yang Maha Kuasa. Karena sungguh beruntung di negeri ini, ladang amal kita amatlah luas terbuka (Jadi inget khotbahnya AA GYM🙂 ).

Tentang syafur

aku adalah yang orang liat dan pikirkan
Pos ini dipublikasikan di Renungan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tawa Bahagia Di Kereta Ekonomi

  1. rhee-a berkata:

    jadi pengen nangis bacanya…. aku ikut terharu :((

  2. farisqi berkata:

    fan, arek2 podo nang ndi kok gak enek kabare?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s