Perasaan itu ternyata takkan hilang

Malam ini waktu ngerjain proyek Angkasa Pura di Manado ada sedikit kenangan yang terlintas lama di kepala. Dari sore padahal mood lagi nggak enak banget. Mana tim yang di Gorontalo nyusahinnya setengah mati. Bikin emosi dan keluarlah segala kata-kata kotor di kepala setelah sekian lama tidak terfikirkan karena lama di luar Surabaya🙂. Dari sore udah pusing mikirin kerjaan, kilomux antar Manado-Gorontalo udah ngelink tapi masih ada alarm di aplikasi voicenya. Akhirnya dengan kesabaran ekstra(ingat sama pesan mbak Ria “kita harus sabar, dan bisa kerjasama sebagai tim”) harus mandu dari dari awal lagi. Setelah memandu dengan sabar dan teliti, sedikit demi sedikit, dan penuh pengertian seperti memandu seorang anak untuk belajar menulis dan membaca. Akhirnya sekitar jam 10 waktu indonesia bagian tengah. Akhirnya alarm sudah bisa di hilangkan yang berarti masalah udah teratasi. Dilakukan test data udah bisa lewat, test voice juga udah lewat dengan lancat. Jadi besok tinggal integrasikan aja nich. YES……

Selang rasa senang yang luar biasa itu(karena udah memandu kurang lebih 1 minggu baru kelar) tiba-tiba ada sebuah sms masuk dari “seseorang” teman, yang memang selalu aku tunggu-tunggu kabarnya. Kaget juga, kenapa nich sms. Langsung aja di bales, eh ternyata dia belum tidur akhirnya terjadilah komunikasi walaupun lewat 2-3 sms aja. Rasanya tambah seneng aja, cos momentnya pas banget. Problem pekerjaan link Manado-Gorontalo yang udah kelar bikin perasaan makin cerah, dan semangat kerja meningkat. Di tambah dapat kabar dari dia.

Habis itu, langsung dech pengen nulis di blog ini🙂. Dalam hati sich masih mengharap adanya ke ajaiban, walaupun nggak mungkin kayaknya😦. Memang kalau sudah menuliskan nama seseorang di hati, mungkin akan susah banget ngilanginnya walaupun udah jungkir balik ditambah sambil lari-lari sampai mau bunuh diri🙂 tetep susah ilangnya. Walaupun udah mencari seorang pengganti, tetep aja nggak bisa ilang. Yah akhirnya seperti sekarang, males untuk mencari pengganti yang lain. Jadi prinsipnya jalanin hidup apa adanya dengan target pendidikan sama keluarga dulu. Di luar itu nanti dulu,sampai aku bisa menerima apa yang terjadi di tangga kampus waktu itu. Sambil terus berdoa “Ya Allah jika di bukan jodohku maka jodohkanlah, dan jika dia jodohku maka mudahkanlah”, he he he…. Di doa aja masih ngarep banget.🙂

Tentang syafur

aku adalah yang orang liat dan pikirkan
Pos ini dipublikasikan di sembarang. Tandai permalink.

2 Balasan ke Perasaan itu ternyata takkan hilang

  1. gopen berkata:

    Sing endi maneh toh iki….
    weleh.. weleh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s