Puisi perlawanan Wiji Thukul

Bunga dan Tembok

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun tirani harus tumbang!

(Wiji Thukul)

Iklan
Dipublikasi di Renungan | Meninggalkan komentar

Memulai ‘nulis’ lagi

“orang boleh pandai setinggi langit,tapi selama ia tak menulis,ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah” Pramoedya Ananta Toer

Berawal dari tulisan ini jadi ingin menulis lagi biar saya tidak hilang dari masyarakat dan sejarah (khususnya anak cucu saya sendiri). Sudah lama blog ini terbengkalai, sudah lama agaknya saya tidak belajar teknologi lagi sehingga tidak ada hal yang bisa saya tulis di blog ini. Background IT dan teknis selalu membuat saya terfokus menulis hal tentang teknis (saya kurang percaya diri jika harus menuliskan ide-ide dan pendapat yang tidak berhubungan dengan kemampuan dan bidang saya, takut di bilang sok tau sok pinter sok bener). Ternyata menulis itu susah, sesuai apa yang di katakan pak Pramoedya orang yang nulis sepertinya pasti orang yang pinter.

Pengen banget mengulas banyak hal. Yang menjadi pandangan, yang menjadi pemikiran. Yang semoga bisa menjadi pengingat di saat ide-ide dan hasrat itu terkikis dan luntur karena tuntutan perut dan nafsu. Semoga badan dan hasrat yang mulai terbelenggu ini (pekerjaan, lingkungan) tidak serta langsung membelenggu pikiran.

Semoga dengan menulis semangat-semangat masa lalu itu bisa tergali kembali. Karena semangat itu kian terkikis dengan ke-egoisan hingga rasanya jalan ini seperti tanpa tujuan, tanpa sandaran. Mulai lagi belajar jujur,ikhlas dan sabar dengan diri sendiri, lingkungan dan sang pencipta.

Dipublikasi di Pemikiran-Ku | Meninggalkan komentar

Speedtest dari kantor :)

Nyoba test speed dari kantor, lumayan juga ternyata untuk ukuran ku ^^

Dipublikasi di Networking | Meninggalkan komentar

Sebuah Puisi Untuk Negeri

Puisi Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan


Puisi yang luar biasa, penuh inspirasi. Penuh motivasi untuk perubahan.. Semoga negeri ini bisa melangkah kearah yang seharusnya….. Jayalah selalu nusantaraku

Dipublikasi di sembarang | 3 Komentar

Empathy menggunakan Adium Themes

Setelah install Ubuntu Karmic sambil nunggu Ubuntu Lucid Lynx di rilis, terdapat aplikasi chat yang tidak ada di Ubuntu 8.04 yaitu Pidgin. Di Ubuntu Karmic menggunakan Empathy yang juga bisa di gunakan untuk multi protocol chat.

Yang saya bahas kali ini adalah bagaimana caranya merubah themes chat dengan Empathy yang gitu-gitu aja or “membosankan” menjadi asik untuk di nikmati waktu kita berchating ria.

Dari Empathy sendiri tidak ada download themes langsung, maka saya menggunakan themes dari Adium (chat bawaan Mac OS) yang memang enak dilihat.

Berikut langkah-langkah sederhananya:

create file berikut (download) di folder, misal: /home/aku/adium-extra

lalu jalankan perintah ini :

chmod 755 /home/aku/adiumxtra-install && 
          
gconftool-2 -t string -s /desktop/gnome/url-handlers/adiumxtra/command
"/home/aku/adiumxtra-install %s" &&
gconftool-2 -t bool -s /desktop/gnome/url-handlers/
adiumxtra/enabled true &&
gconftool-2 -t bool -s /desktop/gnome/url-handlers/
adiumxtra/needs_terminal false

Selamat mencoba

Dipublikasi di linux | Meninggalkan komentar

IP Secondary dan Static Routing di Ubuntu 8.04

Dah lama nggak nulis hampir setengah tahun, dah lama juga pikiran baru, ide baru, petualangan baru dan pengetahuan yang baru aku ketahui tidak tertuangkan di blog tercinta ini ^^. Langsung ke inti tulisan (mungkin dah basi dan gak penting), dimana kemaren sempat dapat tugas buat server monitoring link client di kantor pake Cacti. Karena pada salah satu pc monitoring menggunakan 2 network maka di PC(OS Ubuntu 8.04) itu harus di buat routingnya.

Berikut contoh langkah sederhananya :

1. buat IP Utama

# ifconfig eth0 192.168.1.75 netmask 255.255.255.0

2. buat IP Secondary

# ifconfit eth0:0 10.46.46.45 netmask 255.255.255.248

3. lalu buat routing default gatewaynya

# route add default gw 192.168.1.1/24 eth0

4. lalu buat routing untuk tujuan network khususnya

#route add -net 192.168.10.40/32 gw 10.46.46.44 dev eth0:0

Dipublikasi di linux, Networking | 2 Komentar